Jakarta – Perkembangan zaman membawa perubahan menjadi era digitalisasi, tidak terkecuali pada timbangan. Kehadiran dari timbangan digital mengubah cara kerja penimbangan menjadi lebih praktis dibandingkan menggunakan timbangan analog.

Namun, banyak dari masyarakat masih kesulitan dalam menentukan pilihan antara timbangan digital atau timbangan analog. Oleh karena itu, artikel kali ini akan mengupas tuntas perbedaan keduanya, agar pengguna dapat menentukan pilihannya sesuai kebutuhan.

Apa itu timbangan digital?
Timbangan digital merupakan alat untuk mengukur berat atau massa yang menggunakan teknologi sensor digital. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan dalam bentuk angka pada LCD atau LED.

Dalam penggunaannya, timbangan digital umumnya menggunakan sumber daya listrik atau baterai. Energi tersebut yang mengubah gaya akibat beban menjadi sinyal listrik kecil melalui sensor load cell. Sinyal ini kemudian diproses oleh sistem elektronik dan diterjemahkan menjadi angka digital.

Apa itu timbangan analog?
Berbeda dengan digital, timbangan analog lebih mengandalkan mekanisme penggunaan pegas dan jarum untuk menampilkan berat. Saat beban diletakkan, gaya dari beban akan menyebabkan perubahan pada mekanisme pegas yang menggerakkan jarum hingga menunjukkan hasil beratnya.

Akurasi timbangan digital dan timbangan analog
Penelitian studi pada 2013 yang diterbitkan oleh BMC Public Health, para peneliti menguji 61 timbangan dengan kalibrasi bersertifikat. Mereka menunjukkan hasil bahwa timbangan digital menimbang akurat semua beban uji dibandingkan timbangan analog.

Berbagai beban diuji mulai dari berat 10 kg hingga 110 kg. Pada beban 75 kg timbangan analog meleset pembacaannya hingga 1 kilogram penuh, berbeda dengan timbangan digital yang memiliki tingkat ketelitian 0,4 kg. Begitupun uji berat yang paling tinggi yaitu 110 kg, timbangan analog meleset mencapai 1,2 kg sedangkan timbangan digital hanya 0,6 kg.

Daya tahan timbangan digital dan timbangan analog
Timbangan digital berkualitas umumnya dapat digunakan dalam jangka panjang sebelum komponen elektroniknya mulai mengalami penurunan kinerja. Sementara itu, timbangan analog memiliki mekanisme yang relatif sederhana sehingga dapat bertahan lama dengan perawatan yang tepat.

Namun, seiring waktu, timbangan analog dapat mengalami penurunan akurasi akibat perubahan pada komponen mekanis, termasuk pegas yang mengalami peregangan atau keausan.

Gambar tambahan
Timbangan Digital. Dok. PT Interskala Mandiri Indonesia

Fitur timbangan digital dan timbangan analog
Timbangan analog memiliki fitur yang relatif sederhana dan umumnya difungsikan untuk kebutuhan penimbangan. Karena tidak menggunakan baterai, pengguna tidak perlu khawatir terhadap daya yang habis sehingga cocok bagi mereka yang tidak membutuhkan banyak fitur tambahan.

Sementara itu, timbangan digital menawarkan fitur yang lebih beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dengan adanya digitalisasi, timbangan kini juga dapat terhubung dengan perangkat lain melalui Bluetooth atau Wi-Fi. Fitur tambahan yang tersedia pun beragam, seperti printer, HI / OK / LO untuk Quality Control, desain portable, hingga fungsi akumulasi barang.

Contohnya timbangan digital dari PT Interskala Mandiri Indonesia (IMI) yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pengguna. Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk terus mengembangkan produk dan layanan penimbangan yang solutif serta relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Sebagai contoh IMI kini sedang fokus mengembangan timbangan digital berbasis AI (artificial intelligence) dan timbangan digital customize software maupun hardware.

Itulah perbandingan antara timbangan digital dan timbangan analog. Keduanya memiliki keunggulan dan karakteristik yang berbeda, sehingga pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, fitur, serta kemampuan pengguna agar timbangan dapat digunakan secara optimal.

PT INTERSKALA MANDIRI INDONESIA
INOVASI | MENGUKUR | INSPIRASI

πŸ“ž Info Produk: 0813-1106-8638
πŸ“ž Layanan Servis: 0811-1920-8068
πŸ”—Brosur selengkapnya: Produk IMI .

Web dikelola oleh: Yudha Putra Darmawan & Gista Melandy
Penulis: Adrian Bachtiar