Jakarta - Akurasi merupakan faktor terpenting dalam penggunaan timbangan digital. Akan tetapi, tidak banyak masyarakat yang mengetahui serangkaian proses produksi di manufaktur dilakukan hingga menghasilkan timbangan digital yang akurat.

Lantas, bagaimana proses pembuatan timbangan digital yang akurat?

Berdasarkan hasil dialog bersama Tim Product Planning Inventory Control, Wahyudi, menjelaskan PT Interskala Mandiri Indonesia (IMI) memiliki empat tahapan utama saat membuat timbangan digital, yaitu pemotongan (cutting), pengelasan (welding), pengecatan (painting), dan perakitan (assembly). Setiap tahapan memiliki peran penting dalam memastikan kualitas, akurasi, serta kenyamanan penggunaan timbangan digital.

“Kami menerapkan empat tahapan utama dalam proses pembuatan timbangan digital yang harus dilakukan secara teliti, mulai dari cutting, welding, painting, hingga assembly. Seluruh tahapan tersebut juga melalui proses quality control guna memastikan seluruh produk memiliki standar kualitas yang sama.” jelas Wahyudi, Selasa, 14 Juli 2026.

Sebagai penjelasan lebih lanjut, Wahyudi merinci setiap tahapan proses produksi yang dilalui hingga timbangan digital siap dipasarkan. Tahapan tersebut meliputi:

Proses pemotongan (cutting)

Tahap pertama dalam proses pembuatan timbangan digital adalah pemotongan bahan baku. Metode pemotongan disesuaikan dengan dua jenis material yang digunakan.

Pada bahan baku pertama, proses pemotongannya dilakukan menggunakan alat cutting wheel dan saw blade. Sedangkan bahan baku kedua dipotong menggunakan mesin laser, press, pond, dan tap. Setelah proses pemotongan selesai, setiap komponen melewati quality control (QC) untuk memastikan kesesuaian ukuran sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya.

Gambar tambahan
Wahyudi bersama Tim melakukan Quality Control Pada Tahap Pengelasan. Foto: imi.interskala.com/William Triadi

Proses pengelasan (welding)

Tahap kedua adalah proses welding seperti menggunakan las CO₂, las argon, dan selainnya yang akan disesuaikan dengan jenis material dan kebutuhan produk. Selanjutnya, setiap komponen melalui tahap penggerindaan untuk merapikan hasil las.
Selanjutnya, komponen kembali menjalani proses quality control guna memastikan kualitas sambungan las telah memenuhi standar.

Proses pengecatan (painting)

Pada tahap pengecatan, komponen timbangan digital melalui beberapa tahapan, diawali dengan coating treatment untuk mempersiapkan permukaan material. Selanjutnya, komponen dilapisi menggunakan cat powder agar warna cat menempel secara merata dan menghasilkan lapisan yang lebih kuat. Setelah itu, komponen dimasukkan ke dalam oven untuk memaksimalkan daya rekat serta terdapat QC sebelum masuk perakitan timbangan digital.

Menariknya, proses tersebut tidak diterapkan pada beberapa komponen timbangan digital waterproof. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas perlindungan terhadap air.

Proses perakitan (assembly)

Tahap terakhir adalah proses perakitan, teknisi akan memasang seluruh komponen hingga menjadi satu kesatuan timbangan digital. Setelah perakitan selesai, produk menjalani quality test untuk memastikan seluruh fungsi, akurasi, dan performa.

Apabila hasilnya memenuhi standar, proses dilanjutkan dengan pemasangan cover atau tiang sesuai jenis produk. Selanjutnya, timbangan digital yang telah dirakit akan dikemas dan menjalani pemeriksaan akhir, guna memastikan produk yang berkualitas.

Dapat disimpulkan bahwa Quality Control menjadi bagian penting dalam setiap tahapan produksi timbangan digital di PT Interskala Mandiri Indonesia. Proses ini memastikan setiap timbangan digital mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat sebelum sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, mari bangga menggunakan produk buatan Indonesia.

PT INTERSKALA MANDIRI INDONESIA

INOVASI | MENGUKUR | INSPIRASI

📞 Info Produk: 081311068638

📞 Layanan Servis: 081119208068

🔗 Brosur selengkapnya: https://linktr.ee/interskalamandiriindonesia

Web dikelola oleh: Yudha Putra Darmawan & Gista Melandy

Penulis: Adrian Bachtiar